Tiga Alumni Biologi UBB mendampingi Tamu dari Amerika (USA) dalam Kegiatan Workshop Ambassador Community Science : Secondary Science Teacher (ACS) di Puding Besar, Bangka.
Pengetahuan tentang Biologi adalah hal yang menjadi kewajiban dimiliki oleh lulusan biologi. Era global saat ini, ilmu biologi harus berinteraksi bukan hanya dalam lingkup lokal dan nasional, namun juga harus mendunia. Kemampuan bahasa Inggris juga wajib dikuasai Alumni biologi sehingga lulusan biologi Universitas Bangka Belitung dapat mengepakkan sayapnya dan berinteraksi bahkan dengan dunia Internasional. Hal inilah dapat kita tiru dari alumni Biologi yang baru wisuda pada tahun 2022 yang telah siap menerapkan ilmunya bahkan berinteraksi dengan ilmuwan biologi dari Amerika. Tiga alumni yaitu Rama Pratama, S.Si, Ramadani, S.Si dan Junita S.Si mendapat kesempatan mendampingi Tamu dari Amerika (USA) dalam kegiatan workshop Ambassador community science : Secondary Science Teacher (ACS) di Puding besar, Bangka. Workshop yang dilaksanakan selama 5 hari dari tanggal 21 November – 25 November. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih para guru SMA tentang Edukasi Sains yang berfokus kepada Biologi agar nanti para guru dapat menerapkan edukasi ini kepada siswa siswinya di sekolah mereka masing-masing. Kegiatan ini juga mendatangkan 4 narasumber dari Amerika (Dr. Catherine Matthews, Dr. Catherine Scott, Dr. Patricia Patrick, Dr. Debra Lebora) dan 2 narasumber dari Universitas Bengkulu yaitu. Prof. Dr. Drs. Aceng Ruyani, MS dan Abdul Rahman, S.Si.,M.Si.,Ph.D. Narasumber dari Amerika yang memaparkan tentang Makroinvertebrata dan mengaitkannya dengan kualitas air. Pada kegiatan ini para guru turut andil dan dilatih untuk dapat mengaitkan jenis-jenis makroinvertebrata dengan kualitas perairan, lalu pemaparan selanjutnya dilakukan oleh Abdul Rahman, S.Si.,M.Si.,Ph.D. yang mendemonstrasikan bagaimana cara menggunakan water tester untuk mengukur kualitas air.
Alumni Biologi UBB mendampingi kegiatan bird watching yang dilakukan disekitaran halaman sekolah, objek yang diamati yaitu gambar burung yang telah ditempelkan oleh para asisten lapangan sebelumnya, hal ini bertujuan sebagai media pelatihan sebelum nantinya para guru melakukan pengamatan avifauna dengan objek yang sesungguhnya. Setelah melakukan pengamatan para guru melakukan identifikasi terhadap jenis burung yang diletakkan di lingkungan sekolah tadi. Setelah pengamatan burung dilakukan para guru melakukan kegiatan selanjutnya yaitu pemaparan materi oleh Prof. Dr. Drs. Aceng Ruyani, MS tentang herpetofauna dan kegiatan para perserta selanjutnya adalah menyocokkan gambar-gambar hewan yang telah dibagi menjadi fase dewasa dan fase anakan baik invertebrara dan vertebrata, jadi para guru harus menghubungkan manakah yang cocok antara fase dewasa dan fase anakan dari hewan yang akan dicocokkan.
Hari ketiga, Alumni dan tim tamu melakukan kegiatan lapangan di Sungai Upang yang terletak di Desa Tanah Bawah, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Kegiatan diawali dengan sambutan pengurus Sungai Upang yang menekankan kepada peserta tentang pentingnya konservasi. Kemudian dilanjutkan dengan Pemasangan Perangkap Bubu, Pengukuran Kualitas Air, Birdwatching dan Herping. Pemasangan perangkap dilakukan dengan 2 perlakuan yaitu bubu pertama diisi umpan dan bubu kedua tidak diberi umpan, dimana perangkap tersebut bertujuan untuk menangkap fauna air seperti ikan, katak/kodok, kura-kura, dsb. Perangkap dibiarkan semalaman untuk diambil lagi keesokan harinya. Kegiatan Birdwatching dan Herping dilakukan dalam waktu bersamaan, dimana peserta dibagi menjadi 2 kelompok besar untuk melakukan pengamatan. Tim Birdwatching yang dipandu oleh Dr. Catherine Matthews, Junita dan Rama Pratama menemukan berbagai jenis burung seperti burung Cekakak Belukar (Halcyon smyrnensis), Cangak Merah (Ardea purpurea), Kuntul Besar (Ardea alba), Elang Tikus (Elanus caeruleus), dsb. Sedangkan Tim Herping yang dipandu oleh Dr. Catherine Scott, Pak Deni perlindungan dan Ramadani menemukan berbagai reptil seperti Cicak, Ular, Kadal, dsb. Hasil pengamatan fauna tersebut diidentifikasi menggunakan Buku A Photographic Guide to the Birds of Indonesia karya Morten Strange serta aplikasi Merlin (Burung), iNaturalist, dan HerpMapper.
Hari keempat, peserta kembali melakukan kegiatan lapangan di Sungai Upang. Kegiatan diawali dengan pengangkatan perangkap Bubu yang diletakkan kemarin, dimana fauna yang terjebak di dalam Bubu seperti Ikan didokumentasi dan diidentifikasi. Selama Birdwatching berlangsung, dilakukan juga pengenalan aplikasi Merlin dan HerpMapper kepada peserta untuk mempermudah proses identifikasi burung dan herpetofauna. Selama istirahat, para Guru dan Dr. Catherine Scott melakukan sharing terkait sistem pembelajaran dari negara masing-masing. Dari kegiatan ini Alumni mendapat banyak pengalaman berharga dalam kegiatan ini terutama pengalaman berinteraksi, bekerja dan komunikasi bahasa asing terutama dalam bidang biologi serta aplikasi ilmu biologi dalam riset dilapangan. (Editor: Rama Pratama, Riko dan tim).