Oleh Idris Affandi
Penyebaran kasus covid-19 tak ada habisnya di Indonesia, setiap hari ribuan orang baru terkonfirmasi covid-19. Bangka belitung termasuk kedalam provinsi dengan tingkat penanganan covid terbaik kedua dan miliki tingkat kesembuhan tertinggi secara nasional. Namun dibalik pencapaian tersebut, tentulah ini menjadi sebuah kewaspadaan bagi seluruh sektor untuk menjaga dan menekan angka peningkatan kasus baru covid-19 di Bangka Belitung. Cara yang harus dilakukan agar itu tetaap terjaga yakni dengan adaptasi kebiasaan baaru dengan memperhatikan trilogi pencegahan covid-19 yakni menggunakan masker membiaasakan diri cuci tangan dan tetap menjaga jarak, selain itu imunitas tubuh pun harus tetap dijaga seperti menjaga pola makan, pola istirahat dan rajin berolahraga.
Bagaimana masyarakat Bangka Beitung dalam menjalani adaptasi kebiasaan baru?
masih banyak masyarakat yang salah memahami konsep adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi virus corona (Covid-19). masyarakat justru memahami Adaptasi kebiasaan baru sebagai diperbolehkannya seluruh aktifitas bisa berjalan seperti sedia kala karena Covid-19 sudah hilang dari wilayahnya. Namun yang harus disadari oleh masyarakat bahwa adaptasi kebiasaan itu artinya perilaku kita harus baru, seperti menggunakan masker, jaga jarak, hindari kerumunan, dan rajin cuci tangan pakai sabun. kesalahpahaman masyarakat terhadap konsep adaptasi kebiasaan baru inilah yang menimbulkan menghawatirkan akan bertambahnya kasus baru di Bangka Belitung.
Lantas sudah sejauh mana peran seluruh sektor dalam penanganan covid-19?
ditengah Adaptasi kebiasaan baru dalam menghadapi pandemi wabah covid ini, hal yang paling penting dilakukan adalah sinergi antar semua elemen untuk bergotong royong. Pemerintah harus mengatur konidisi ini melalui kebijakan dan aturan-aturan yang sesuai dengan keadaan saat ini, swasta membantu pemerintah dalam pemenuhan fasilitas penanganan covid dan masyarakat perlu adanya kesadaran dalam penerapan protokol kesehatan. Tentunya sinergitas inilah yang dapat kembali mengaktifkan kehidpan sosial secara produktif namun tetap aman dari Covid-19
Kemudian, Apa peran yang dapat diambil mahasiswa dalam penanganan covid-19?
Salah satu tri bakti perguruaan tinggi adalah pengabdian. Mahasiswa dapat mengambil peran didalam situasi seperti dalam bentuk pengabdiaan. Bentuk pengabdian sendiri banyak contony seperti menjadi relawan dalam penanganan covid, membantu promosi kesehatan terkait covid-19, melakukan penyemprotan disinfektan, pembuatan handsanitizier alami, membantu memberikan data yang akurat dan valid kepada masyarakat dan menjadi pelopor kesehatan bagi masyakarat dengan menerapkan trilogi pencegahan covid-19.