Sungailiat,Bangka (27/07/2020)- Dosen Biologi UBB melaksanakan Dialog Interaktif ke-2 Melalui RRI: Dampak Perkuliahan Daring Selama Covid-19. Kegiatan disiarkan melalui RRI Sungailiat dengan FM 96,4 Mhz Pro 1 RRI sungailiat. Kabupaten Bangka. Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari dialog sebelumnya dan merupakan bentuk pengabdian dosen Biologi dalam menyampaikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat. Topik yang diangkat berkaitan dengan masa pandemi yang mengharuskan adanya perkuliahan daring.
Perkuliahan daring adalah perkuliahan yang dilakukan di dalam jaringan (daring) atau perkuliahan yang dilakukan di luar kelas tatap muka langsung seperti pada umumnya. Jaringan yang digunakan disini adalah jaringan internet. Jadi pada perkuliahan daring, antara pendidik dan peserta didik tidak bertemu secara langsung selama proses belajar. Pertemuan antara pendidik dan peserta didik dapat dilakukan pada waktu yang sama dengan lokasi yang berbeda dan dapat pula dilakukan pada waktu dan lokasi yang berbeda.
Penyampaian materi tersebut dilakukan oleh dosen biologi peminatan botani Universitas Bangka Belitung yaitu ibu Robika, S.Si., M.Si. Beliau juga mengampu mata kuliah praktikum yang menggunakan alat-alat laboratorium seperti mikroskop. Sehingga hal tersebut menurut beliau merupakan suatu tantangan dalam menjalankan perkuliahan daring bagi dosen dan mahasiswa itu sendiri. Jadi dosen harus pandai dalam memilih teknologi yang tepat dan juga mahasiswa dapat melakukan praktikum mandiri yang tidak menyulitkan seperti pengamatan disekitar lingkungan rumah. contohnya seperti pengamatan bentuk buah, biji, dan daun yang berada di sekitar rumah atau kost mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut bu robika menyampaikan bahwa sebenarnya tantangan terberat yang dikeluhkan mahasiswa terletak pada susahnya jaringan internet. Bahkan ada pula mahasiswa yang memanjat pohon selama perkuliahan daring tersebut. Atas permasalahan mendasar tersebut bu Robika telah menyiapkan perkuliahan kedepan dengan formula-formula yang lebih baik dengan memadukan teknologi yang diperolehnya dari pelatihan yang diselenggarakan belmawa oleh dikti. Menurutnya dalam membuat media pembelajaran harus berbentuk visual agar tidak membuat jemu/bosan sehingga dapat menambah pemahaman pembelajaran daring. Beliau pun mengemukakan semua harus tetap optimis walaupun pembelajaran daring dan tidak mungkin tidak mendapatkan ilmu, apapun pasti ada jalan.
Salah satu penanya dari pendengar yaitu mahasiswi menanyakan perihal letak pemasalahan yaitu pada kuota dan jaringan internet. Menurut bu Robika konsep daring itu sebenarnya menekankan agar bisa belajar kapan saja dan dimana saja. Menurutnya waktu offline yang di-onlinekan tidak bisa memaksakan kehadiran dan pengumpulan tugas dan itu menurutnya kurang tepat karena tidak berlaku adil terhadap mahasiswa yang susah dalam jaringan dan keterbatasan kuota internet. Menurutnya waktu perkuliahan dengan konsep bisa belajar kapan saja dan dimana saja tidak harus memperketat waktu sebab konsep tersebut memberikan fleksibelitas terhadap waktu."Saya juga memadukan ruang pemelajaran walaupun ruang belajar tatap muka terbatas, namun ruang belajar tatap maya, ruang belajar mandiri dan ruang belajar kolaboratif bisa kita racik formulanya agar ruang belajar bervariasi dan tidak membosankan. Kita juga harus tingkatkan niat keinginan untuk belajar dalam sistem daring ini karena sebagus apapun kontennya semenarik apapun materinya jika niat belajar kurang juga percuma" Pungkas bu Robika.
Menurut bu Robika perkuliahan daring ini selain memiliki dampak negatif kita juga bisa melihat segi positifnya seperti menurunkan biaya hidup karena bisa tetap tinggal dengan orang tua walaupun jauh dari kampus maka biaya kos tidak ada dan tidak perlu biaya transportasi, selain itu biaya makan sehari-hari juga sudah tidak perlu mengeluarkan uang pribadi lagi, lebih menghemat waktu seperti tidak perlu menghabiskan waktu di jalan untuk pergi-pulang kampus. Lokasi dan waktu lebih fleksibel, tidak terpaku pada satu tempat dan terpaku pada satu waktu. Kuliah dapat dimana saja dan sedang apa saja, dapat menumbuhkan kemandirian belajar, pembelajaran daring menuntut peserta didik untuk dapat lebih aktif belajar secara mandiri dengan bantuan media pembelajaran yang telah diberikan oleh pendidik Serta menguasai berbagai teknologi dan informasi. Ini penting agar tidak ketinggalan zaman, tutup bu Robika. (Erwin)