Program Studi Biologi | Universitas Bangka Belitung
|
Beranda / Berita / Mahasiswa Biologi menjadi Narasumber dalam Dialog Interaktif Melalui RRI Sungailiat: Meningkatkan Skill Mahasiswa di Masa Covid-19
04 Agustus 2020 Berita 0 views

Mahasiswa Biologi menjadi Narasumber dalam Dialog Interaktif Melalui RRI Sungailiat: Meningkatkan Skill Mahasiswa di Masa Covid-19

Mahasiswa Biologi menjadi Narasumber dalam Dialog Interaktif Melalui RRI Sungailiat: Meningkatkan Skill Mahasiswa di Masa Covid-19
Sungailiat, Bangka (03/8/2020). Mahasiswa Prodi Biologi Universitas Bangka Belitung menjadi narasumber dalam dialog interaktif ke-3 Kerjasama antara Prodi Biologi dan RRI Sungailiat. Kegiatan dilaksanakan di studio Pro 1 RRI sungailiat FM 96,4 Mhz dari jam 10.00-11.00 WIB. Kabupa

Sungailiat, Bangka (03/8/2020). Mahasiswa Prodi Biologi Universitas Bangka Belitung menjadi narasumber dalam dialog interaktif ke-3 Kerjasama antara Prodi Biologi dan RRI Sungailiat. Kegiatan dilaksanakan di studio Pro 1 RRI sungailiat FM 96,4 Mhz dari jam 10.00-11.00 WIB. Kabupaten Bangka, senin (03/8/2020). Dalam kesempatan itu mahasiswa Prodi biologi yaitu Erwin Januardi yang akrab disapa Erwin.dihadirkan menjadi narasumber.

Selama dialog interaktif tersebut, Erwin  menyampaikan bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan selama pandemi covid-19 asalkan kita tetap mematuhi protokol kesehatan. Dia juga menitipkan pesan kepada masyarakat untuk tetap mamatuhi protokol kesehatan terutama selalu pakai masker. Menurutnya memakai masker merupakan salah satu upaya positif untuk menjaga orang lain dan menjaga diri sendiri dari virus corona.

Selain menjaga diri, mahasiswa juga harus terus meningkatkan Kemampuan (Skill) walaupun di masa pandemi ini. Salah satu cara untuk meningkatkan skill mahasiswa diantaranya adalah dengan memiliki andil sekecil apapun di lingkungan tempat tinggal, mengikuti ragam organisasi dalam lingkungan mahasiswa dan sering menyugesti diri dengan hal-hal positif. Erwin menganalogikan jika skill itu seperti pintu utama sebuah rumah maka organisasi itu seperti jendela-jendelanya sebagai ventilasi udara dan arah masuknya cahaya, pungkas Erwin.

Erwin juga menegaskan dalam kesempatan dialog interaktif bahwa pandemi covid-19 yang telah melanda memunculkan batasan-batasan yang tentu saja akan menghalangi keterampilan jika diambil dari sisi negatif, namun jika diambil dari sisi positif maka akan berbeda makna. "Saya ingat kata bu Annis (Dosen Biologi UBB) dalam sebuah acara bahwa keterbatasan itu akan menciptakan sebuah kreativitas yang sangat luar biasa" Kata Erwin.

Menurut Erwin ada banyak hal yang dapat dilakukan mahasiswa sebagai upaya untuk meningkatan skill diantaranya mengkuti webinar atau lebih baik lagi jika mahasiswa menciptakan webinar, melakukan kegiatan sosial seperti kontribusi dalam penyaluran sembako, sosialisasi di media sosial tentang cara menyikapi covid-19, penelitian mandiri di rumah, berwirausaha dan menulis. Erwin menegaskan bahwa sosialisasi tentang pandemi covid-19 bukan Cuma tanggung jawab pemerintah saja, tapi juga merupakan fungsi dan tugas mahasiswa untuk ikut andil dalam menyampaikan hal-hal mengenai cara menyikapi, protokol kesehatan, pencegahan dan pemahaman virus corona itu sendiri.

Dalam kesempatan dialog  interaktif dengan pendengar, seorang penelepon menyampaikan apresiasi ketika mendengar pemuda-pemudi Bangka Belitung selalu optimis dimasa covid-19 kepada saya. Menurut Erwin mahasiswa itu seperti episentrum, ya tinggal kawan-kawan mahasiswa mau memilih memanfaatkan situasi atau tidak mengambil peluang atau tidak. Momentumnya itu pas jika dimanfaatkan untuk meningkatkan skill terutama ada waktu luang yang banyak di masa pandemi. Ayo manfaatkan gagasan-gagasan kreatif dan ide-ide gila ala mahasiswa agar menjadi nyata dan bermanfaat kepada orang lain dan lingkungan sekitar. Ajak Erwin.

Erwin juga sampaikan pada kesempatan dialog interaktif tadi bahwa jadikanlah setiap tempat sebagai sekolah dan setiap orang menjadi guru. Pengalaman adalah guru terbaik dan mahasiswa adalah restorasi tonggak perubahan, perbanyak pengalaman dan kita manfaatkan bersama-sama waktu luang agar bisa berguna bagi orang lain dan lingkungan sekitar dimasa pandemi sebagai upaya meningkatkan skill mahasiswa.