Mahasiswi Biologi Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi masuk finalis Duta Genre Kota Pangkalpinang 2020.
Pemilihan Duta Generasi Berencana (GENRE) tahun 2020 merupakan lomba yang digelar Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Pangkalpinang. Tujuannya untuk pembentukan karakter bangsa di kalangan generasi muda seperti mengajarkan remaja untuk menjauhi pernikahan dini, seks pra nikah serta narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.
Muntaz Soraya dan Gita Fitri masuk menjadi finalis duta genre Kota Pangkalpinang 2020 mengatakan, "program Duta Genre juga berfungsi sebagai wadah remaja agar menjadi sosok tangguh dan berkontribusi dalam pembangunan, serta berguna bagi nusa dan bangsa".
Berdasarkan data yang diperoleh dari BKKBN, Muntaz melihat lebih dari 20 ribu remaja menikah di usia berkisar 10-14 tahun.
Data tersebut menunjukkan Indonesia menempati peringkat ke tujuh di dunia dan ke dua di Asia untuk angka pernikahan dini tertinggi. Dari sana dia tergerak kalau generasi muda perlu tahu kasus pernikahan dini harus dihentikan. Sebab dampak yang ditimbulkan menjurus pada kerugian sangat besar seperti kehamilan tidak diinginkan, gangguan reproduksi, kematian ibu, pengasuhan anak, finansial, hingga hilangnya masa depan.
Gelaran tahunan ini dilaksanakan di Kantor Walikota Kota Pangkalpinang. Meski di masa Pandemi covid 19 tetap dilaksanakan dan telah sampai tahap karantina. Dimana sebelumnya dilaksanakan tahapan tahapan seleksi lainnya. Dari hasil tersebut, hingga 7 hari kedepan di adakan karantina bagi peserta yang telah berhasil lolos di tahap sebelumnya, yaitu 10 orang laki laki dan 10 orang perempuan.
Namun di dalam masa karantina ini para peserta menampilkan, unjuk kebolehan atau bakat diantaranya ada peserta yang menampilkan bakatnya. Selain itu juga diberikan materi oleh panitia sesuai dengan jadwal yang sudah direncanakan panitia untuk selanjutnya menuju babak Grand Final untuk menentukan juara 1,2,3 putera dan puteri serta juara favorit dan juara berbakat.
Muntaz menilai peran Duta GENRE ini benar benar nyata dirasakan, hal ini terlihat dengan makin menurunnya angka perkawinan di usia muda, juga makin menurunnya pemakaian NAPZA , serta berkurangnya perbuatan seks bebas dikalangan remaja.
Tutur Gita, awalnya saya juga belum memahami secara mendalam apa itu GenRe. Saya tau ada pemilihan duta GenRe itu dari teman saya yang menawarkan utk ikut juga, karena masih dalam libur semester dan tidak ada kerjaan lain apa salah nya untuk coba ikut juga. karena itu saya ciba untuk daftar dan ternyata lolos administrasi, setelah lolos administrasi ada yang namanya menulis Essay dengan berbagai tema yg kebetulan saya pilih tema Pernikahan Dini dan setelah essay ada pula Study Case yakni membahas sebuah kasus dengan tema yg ditentukan pula. setelah menulis essay dan study case ternyata saya lolos ke babak berikutnya yaitu 20 finalis Duta GenRe. setelah saya tau bahwa saya masuk sebagai finalis barulah saya mulai mendalami materi materi yang ada di GenRe umumnya yaitu pernikahan dini, seks pranikah, dan napza. setelah dari itu ada beberapa tahapan lagu sebelum malam grand final, yakni photoshoot, deep interview, presentasi proker, memberikan penyuluhan dengan materi acak. sampailah di malam grand final, dan ternyata saya masuk ke dalam 5 besar finalis Duta GenRe, kemudian 5 besar finalis ini diminta untuk menyampaikan speech tentang materi yang dipilih bebas terkait pernikahan dini, seks pranikah dan napza tadi. saya sangat antusias menyampaikan aspirasi saya sebagai remaja didalam pidato saya, dan ternyata saya masuk lagi ke 3 besar finalis Duta GenRe. disitu 3 besar ini mengambil pertanyaan secara acak dan langsung dijawab pada saat itu juga. saya juga menjawab dengan antusias sebagai remaja dan tidak lupa untuk memberikan kata2 motivasi diakhir pembicaraan saya. dan ternyata saya dinobatkan sebagai The Winner ( Duta GenRe Pangkalpinang 2020 )
saya menyadari bahwa remaja remaja khususnya di kota pkp ini butuh motivasi agar dapat menjadi pemuda yang berencana dan menjauhi 3 ancaman yg terjadi pada remaja yaitu pernikahan dini, seks pranikah dan napza.
saya rasa mengapa saya bisa memenangkan ajang ini karena saya yakin akan diri saya sendiri dan tulus dalam melakukan suatu hal. dan tidak lupa juga berpegang teguh pada motto hidup saya sekarang yaitu "use your youth as good as possible" dengan berlandaskan motto tersebut saya yakin bahwa umur remaja yg produktif seperti kita akan jauh lebih bermakna jika diisi dengan kegiatan2 positif dan membangun.