Ajang Pemilihan Putri Hijab Bangka Belitung 2020 telah digelar, salah satunya finalisnya adalah Muntaz Soraya, asal Bangka Tengah yang pernah dinobatkan sebagai Pemenang Atribut Dayang Intelegensia Bangka Tengah 2019.
Mahasiswi yang akrab disapa Muntaz ini, di usianya 17 tahun mengikuti Ajang Pemilihan Putri Hijab Bangka Belitung 2020 terinspirasi dari perempuan – perempuan hebat yang mampu merubah hidup dan diri mereka dengan berhijab.
”Putri Hijab Indonesia merupakan ajang bagi putri muslimah yang menggunakan hijab dan memiliki karakter special dari mereka yang akan menginspirasi semua wanita bahwa hijab itu bukan menjadi alasan untuk kita melakukan seperti orang lain bahkan lebih. Setiap wanita itu cantik, dan kita akan tambah cantik berkali kali lipat jikalau kita menggunakan hijab, hijab layak nya mahkota, mahkota yang harus kita pakai layaknya seorang putri, mahkota yang akan membawa orang tua kita ke surga-Nya. Di ajang putri hijab membuat para putri ataupun wanita termotivasi agar mereka menjadi seperti putri yang sudah selayaknya, selain cantik menggunakan hijab mereka juga memiliki bakatnya masing-masing, dan bakat itu menjadi kan identitas diri masing-masing karena setiap orang memiliki bakatnya yang harus dilatih dan bukan untuk pamer bahwasanya kita memiliki bakat, tapi kita ingin unik dari diri kita diketahui orang lain, semua orang memiliki bakat yang berbeda sehingga di putri hijab lah kita dapat menampilkan dengan bakat yang kita miliki. Putri Hijab Indonesia bukan hanya cantik dari parasnya saja, tapi dari perilaku nya. Finalis dari putri hijab Indonesia menjadi bukti bahwa seorang wanita muslimah yang berhijab tidak dibatasi oleh hijabnya untuk menggapai cita-cita, terus berkarya, dan menginspirasi. Di putri hijab juga membuka jalan bagi para putri untuk mengasah potensi diri agar menjadi lebih baik", ungkap Muntaz.
Perempuan kelahiran Sungailiat, 16 Agustus 2002, mendapatkan dukungan keluarga, sahabat dan teman terdekat dalam ajang Pemilihan Putri Hijab Indonesia 2020, yang menjadi salah satu faktor pendorong Muntaz untuk semakin semangat manjalajahi kemampuan diri.
” Motivasi saya mengikuti ajang audisi putri hijab Bangka belitung 2020 adalah pasti nya keluarga saya terutama orang tua saya, mereka sangat menginginkan anak-anak nya sukses dengan cara mereka masing-masing, mereka selalu mendukung apa yang diinginkan oleh anak-anak nya, mereka telah mengeluarkan banyak waktu, tenaga bahkan uang untuk mendukung dan membahagiakan kami selalu anaknya. Dan motivasi kedua saya adalah saya sendiri, kenapa? Karena jikalau tidak ada motivasi dari diri sendiri itu tidak akan ada usaha untuk mencapai keberhasilan dimotivasi yang pertama, selain itu motivasi dari diri sendiri akan membentuk semangat dan pikiran positif sehingga ketika kita melakukan apapun termasuk mengikuti pemilihan putri hijab babel 2020 kita tidak akan terpengaruhi oleh pikiran negatif yang timbul akibat kekurangan percaya terhadap diri sendiri. Dan motivasi terakhir saya mengikuti putri hijab babel 2020 yaitu teman-teman saya yang belum menggunakan hijab, karena ada teman saya yang berkata seperti ini ketika saya tanyakan kenapa belum berhijab?, "saya masih memantaskan diri taz, karena saya belum siap, saya masih jauh dari kata baik, sehingga menurut saya, saya belum pantas menggunakan hijab". Saat itu saya tersentak dan tersenyum dalam waktu bersamaan. Menurut saya hijab/jilbab bukan dipakai saat kita sudah baik, tapi hijab dipakai saat kita ingin berusaha memantaskan diri menjadi baik seperti yang kita ingin. Hijab menjaga kita, menjaga diri kita dari hal-hal negatif yang tidak kita ingin kan, seperti terjadi nya pelecehan. Tapi bukan berarti hijab menghambat kita, bukan untuk melarang kita melakukan hal yang kita senangi, dan hijab membuat kita jauh lebih cantik", curah Muntaz yang merupakan salah satu Mahasiswi Biologi Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung (UBB).
Muntaz yang terpilih sebagai 10 besar Putri Hijab Bangka Belitung 2020 juga berpesan agar generasi muda mampu berani menunjukkan dan memberikan yang terbaik untuk diri sendiri dan orang sekitar.
” Disetiap ajang perlombaan maupun pemilihan pasti ada yang namanya kalah dan menang, tapi seperti yang telah saya rasakan itu bukan segalanya. Hal yang lebih itu pengalaman nya. Untuk arti kekalahan menurut saya, adalah ketika kita berada pada tahapan masih belajar untuk lebih baik dalam melakukan sesuatu, kita bisa belajar dari orang lain, kita bisa meniru cara mereka agar kita bisa membuat keberhasilan kita sendiri, seperti contoh nya saya, saya pernah mengikuti ajang pemilihan duta di provinsi kepulauan babel, saat itu saya masih belajar dan bisa dibilang masih sedikit sekali ilmu yang saya miliki tapi dengan motivasi dan do'a saya sampai pada tahap finalis, usaha saya tidak sampai disitu, saya berusaha untuk menjadi pemenang, tapi Allah memilih jalan lain yang lebih baik saya yaitu pengalaman dan teman-temannya. Pemenang bukan langsung menjadi pemenang, karena pemenang adalah orang yang telah mengalami banyak kegagalan. Sebenarnya tak pantas itu disebut kegagalan, tapi kita bisa mengartikan dalam hal lain seperti 'kemenangan yang tertunda'," tutupnya.