Mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Bangka Belitung adakan dialog interaktif ke-4 melalui RRI Sungailiat studio Pro 1 RRI sungailiat FM 96,4 Mhz dari jam 10.00-11.00 WIB. Kabupaten Bangka, senin (24/09/2020). Dalam kesempatan tersebut menghadirkan narasumber yang berasal dari kalangan mahasiswa Jurusan Biologi Idris Affandi dengan mengangkat tema tentang kesehatan lingkungan Bangka Belitung di era New Normal.
Dalam kesempatan itu Idris menyampaikan bahwa adaptasi kebiasaan baru yang seharusnya masyarakat pahami dan patuhi pencegahan covid-19 yaitu 3M Menggunakan masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak. Disamping 3M itu juga kita harus diiringi dengan menjaga imunitas tubuh kita tentunya dengan pola makan yang teratur, pola istirahat yang teratur dan juga berolahraga. Tatanan kehidupan di masyarakat tetap harus berjalan, tapi harus memperhatikan adaptasi kebiasaan baru berupa protokol kesehatan.
Di kampus sendiri menurut idris sudah dilakukan pencegahan sesemaksimal mungkin berupa penyediaan wastafel untuk cuci tangan para mahasiswa, pengecekan suhu tubuh sebelum masuk ke dalam ruangan dan pembatasan jumlah mahasiswa/Dosen dalam ruangan di Universitas Bangka Belitung. Aktifitas yang dapat dilakukan mahasiswa dalam upaya pencegahan untuk masyarakat salah satunya yang saya lakukan yaitu ikut dalam korps relawan PMI, seperti terjun langsung kelapangan, ujar Idris.
Lingkungan publik saharusnya diberi pos-pos jaga dalam pencegahan covid-19 seperti di pasar, mall dan lingkungan ramai. Sebenarnya kolaborasi pemerintah dan masyarakat dapat mencegah secara signifikan terutama ketegasan penegak hukum dan kesadaran masyarakatnya, ketegasan penegak hukum seperti memberikan sanksi sosial seperti push up atau mungkin denda berupa materi jika kedapatan tidak memakai masker di lingkungan publik dengan tujuan menjaga kesehatan lingkungan di masa pandemi ini, tamabah Idris.
Untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar ini sebenarnya mulai dirasakan oleh mahasiswa dan siswa menurut Idris yang sekarang ini mulai bosan dengan pembelajaran jarak jauh dan juga mulai rindu suasana sekolah. Menurut menteri pendidikan Nadiem Makarim bahwa ketika anak tersebut terlalu lama belajar di rumah maka dia akan kehilangan sosial, kehilangan temannya, kehilangan kebiasaannya dan juga kehilangan masa-masanya di era ini. Namun karena siswa sudah mulai masuk pembelajaran tatap muka maka dinas pendidikan juga harus memperhatikan peraturan-peraturan dan memperhatikan protokol kesehatan yang ekstra ketat dan kurikulum harus ada perubahan. (Idris)