Festival Pemuda Virtual 2020 di Indonesia telah dilaksanakan, kegiatan tingkat nasional ini dilakukan secara virtual selama 3 hari berturut-turut sebelum Hari Sumpah Pemuda ke-92 tepatnya pada 23, 24, dan 25 Oktober 2020. Kegiatan ini mengangkat beberapa tema yaitu toleransi, critical thinking, kesehatan mental, media sosial, pekerja kreatif, financial planning, start up, dan aktivisme. Festival Pemuda yang telah dilaksanakan dari tahun 2018 ini digagas oleh Harapan Pemuda Indonesia yang melibatkan 340 mahasiswa/i (Pemuda) dari seluruh provinsi di Indonesia, dan khusus tahun 2020 dilaksanakan secara virtual dengan membuka 3 kategori pendaftaran yaitu alumni, mahasiswa/i, dan umum.
Di setiap daerah di Indonesia terpilih koordinator wilayah yang merupakan alumni Festival Pemuda tahun sebelum nya, seperti wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terpilih Muntaz Soraya sebagai koordinator wilayah yang juga masih diseleksi dengan beberapa tes dan persyaratan. Perempuan muda yang aktif dan energik diberbagai kegiatan ini disapa dengan Muntaz dan sedang menapaki pendidikan jurusan Biologi di Universitas Bangka Belitung.

Foto : pengumuman koordinator wilayah sumatera terpilih
Muntaz mengungkapkan, "Pada tahun 2020, Festival Pemuda dilaksanakan secara virtual dengan mendaftarkan diri pada link yang telah ditetapkan oleh panitia, namun format nya tidak mudah dan ada pendaftaran registrasi nya, sebagai korwil(koordinator wilayah) saya membantu para peminat program kepemudaan ini. Biaya pendaftaran nya pun tidak mahal, hanya dengan 100ribu para peserta sudah mendapatkan 13 kegiatan virtual (webinar) yang menghadirkan para pemateri sesuai dengan keahlian nya masing-masing dan pastinya sudah mendapat sertifikat tingkat nasional di masing-masing kegiatan virtual."
Sebagai informasi Muntaz merupakan salah satu pemuda Bangka Belitung yang terpilih dalam program Festival Pemuda pada tahun 2019 yang dilaksanakan di Semarang, Jawa Tengah. Muntaz tergabung dalam delegasi Bangka Belitung membersamai 10 mahasiswa lainnya yang mewakili 2 perguruan tinggi di Bangka Belitung yang berbeda. Muntaz lolos dengan karya tulisnya berbentuk essay dengan mengangkat tema lingkungan. Dan sebelum tergabung dalam delegasi, Muntaz bersaing dengan rekan-rekan bahkan kakak tingkat diatasnya dikarenakan pada tahun 2019, ia masih menduduki perkuliahan semester 1. Dia merupakan delegasi termuda pada Festival Pemuda 2019. Dia mengakui berbagai kegiatan, pengalaman, relasi didapatkan dari kegiatan tersebut. Delegasi tiap daerah bersaing memperlombakan proyek sosial yang diangkat dari permasalahan daerah masing-masing, di kegiatan ini juga para delegasi memperkenalkan budaya tiap daerah nya dan pastinya kita juga belajar tentang kepemudaan.